Perkuat Mutu Pendidikan, SDN 1 Kismantoro Gelar IHT Diseminasi SPMI dan Literasi Numerasi

KISMANTORO – Peningkatan mutu pendidikan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi perlu diwujudkan dalam praktik nyata di sekolah. Semangat inilah yang melatarbelakangi pelaksanaan In House Training (IHT) Diseminasi Materi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) serta Literasi dan Numerasi di SDN 1 Kismantoro, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang diikuti seluruh pendidik dan tenaga kependidikan ini merupakan tindak lanjut Bimbingan Teknis (Bimtek) BOSP Kinerja Terbaik (BOSKIN) yang dilaksanakan pada 2–4 September 2026. Melalui kegiatan tersebut, pengetahuan yang diperoleh selama bimtek dibagikan kepada seluruh warga sekolah untuk dikembangkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Materi pertama disampaikan oleh Dwi Priyambodo, S.Pd., selaku Kepala SDN 1 Kismantoro sekaligus peserta Bimtek BOSKIN. Ia memaparkan pentingnya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai upaya satuan pendidikan dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan secara mandiri, terencana, dan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Dwi juga menjelaskan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME), yaitu penjaminan mutu yang dilaksanakan oleh pihak di luar satuan pendidikan, antara lain melalui mekanisme akreditasi. Keduanya saling melengkapi: SPMI mendorong sekolah untuk terus melakukan perbaikan dari dalam, sedangkan SPME memberikan penilaian terhadap mutu pendidikan berdasarkan standar yang ditetapkan.

Penerapan penjaminan mutu perlu dimulai dengan mengenali kebutuhan sekolah, menganalisis data, menentukan program perbaikan, melaksanakan kegiatan, serta mengevaluasi hasilnya. Dengan demikian, program sekolah tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan peserta didik.

Pada sesi berikutnya, Nina Erfiana, S.Pd., mengajak peserta mendalami penguatan literasi dan numerasi dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Literasi tidak terbatas pada kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan memahami dan mengolah informasi. Sementara itu, numerasi berkaitan dengan kemampuan menggunakan konsep matematika untuk memecahkan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

Nina Erfiana menjelaskan bahwa SDN 1 Kismantoro telah menjalankan pembiasaan literasi di luar kelas setiap Selasa dan Kamis pagi setelah Senam Anak Indonesia Hebat. Di dalam kelas, peserta didik juga dibiasakan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai.

Penguatan literasi dan numerasi tidak cukup hanya melalui pembiasaan membaca atau latihan soal. Guru juga perlu menghadirkan kegiatan yang mendorong siswa memahami informasi, berpikir kritis, mengolah data, dan menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata.

Salah satu praktik numerasi dibagikan oleh Hana Kurniati, S.Pd., guru kelas VI. Ia menceritakan kegiatan yang mengajak siswa kelas VI mengunjungi kelas-kelas lain untuk mendata jumlah siswa laki-laki dan perempuan. Setelah memperoleh data, siswa menghitung jumlah keseluruhan sekaligus mencari selisih antara keduanya.

Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar menerapkan keterampilan berhitung secara langsung, sekaligus mengenal proses pengumpulan dan pengolahan data. Aktivitas sederhana ini menunjukkan bahwa numerasi dapat dikembangkan melalui lingkungan sekolah tanpa harus selalu bergantung pada soal-soal di buku.

Diskusi semakin menarik ketika Iskandar Rohman, selaku guru pengampu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), turut menyampaikan gagasan untuk mendukung pembiasaan literasi di sekolah. Ia mengusulkan pemberian apresiasi kepada peserta didik yang berani tampil membaca di depan teman-temannya saat kegiatan literasi di luar kelas. Apresiasi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan motivasi dan kepercayaan diri siswa agar lebih berani menunjukkan kemampuannya di hadapan orang lain.

Keterlibatan guru mata pelajaran dalam diskusi ini menunjukkan bahwa penguatan literasi dan numerasi menjadi perhatian bersama, tidak hanya bagi guru kelas, tetapi juga seluruh pendidik di SDN 1 Kismantoro. Setiap guru memiliki peran dalam mendukung perkembangan peserta didik, baik melalui pembelajaran di kelas maupun kegiatan pembiasaan di sekolah.

Para guru lainnya juga turut berbagi pengalaman mengenai metode literasi dan numerasi yang telah diterapkan di kelas masing-masing. Berbagai gagasan tersebut memperkaya diskusi sekaligus membuka peluang untuk saling belajar, mengevaluasi kegiatan yang telah berjalan, dan mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa.

Forum IHT pun tidak hanya menjadi sarana penyampaian materi hasil Bimtek BOSKIN, tetapi juga ruang refleksi dan kolaborasi antarguru. Melalui pertukaran pengalaman dan gagasan, sekolah dapat mengembangkan langkah-langkah perbaikan yang lebih konkret serta melibatkan seluruh pendidik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Upaya tersebut sejalan dengan hasil Rapor Pendidikan SDN 1 Kismantoro. Berdasarkan data yang ditampilkan, kemampuan literasi dan numerasi peserta didik berada pada kategori Baik, dengan 100% peserta didik telah mencapai kompetensi minimum pada kedua indikator. Capaian literasi juga tidak berubah dibandingkan tahun 2024, serta menempatkan sekolah pada kelompok peringkat atas di tingkat kabupaten/kota dan nasional.

Capaian positif ini menjadi modal penting bagi sekolah untuk terus menjaga kualitas pembelajaran. Melalui penerapan SPMI, hasil Rapor Pendidikan dapat dimanfaatkan sebagai bahan refleksi dan dasar penyusunan program tindak lanjut. Dengan demikian, upaya peningkatan mutu dilakukan secara terarah dan berkelanjutan, bukan hanya untuk mempertahankan capaian yang telah diraih, tetapi juga untuk terus mengembangkan potensi peserta didik.

Menutup kegiatan, Dwi Priyambodo berharap seluruh guru dapat terus bekerja sama, mengamati kebutuhan peserta didik di kelas masing-masing, serta mengevaluasi metode pembelajaran yang telah diterapkan. Dengan memilih pendekatan yang sesuai dan saling berbagi pengalaman, berbagai upaya penguatan literasi dan numerasi diharapkan dapat memberikan hasil yang semakin optimal.

Melalui kegiatan IHT ini, SDN 1 Kismantoro menegaskan komitmennya untuk membangun budaya mutu melalui kolaborasi seluruh warga sekolah. Dengan semangat Taqwa, Cerdas, Terampil, dan Bersemangat, setiap pendidik diharapkan dapat terus mengambil peran dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.

PEMERINTAH KABUPATEN WONOGIRI

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

SD Negeri 1 Kismantoro

Desa/Kelurahan Kismantoro, Kec. Kismantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah
Laman: SD Negeri 1 Kismantoro  |  Pos-el:

Maklumat Pelayanan

SD Negeri 1 Kismantoro

Dengan ini kami menyatakan:

  1. Sanggup menyelenggarakan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan.
  2. Sanggup memberikan pelayanan sesuai dengan kewajiban serta melakukan perbaikan secara terus-menerus.
  3. Bersedia menerima sanksi dan/atau memberikan kompensasi apabila pelayanan yang diberikan tidak sesuai dengan standar pelayanan.